Menyimpan (Segabrek) Barang Pribadi Di Kantor

Serius deh ini bikin saya sering mengerutkan kening karena gagal paham. Setahu saya perusahaan tidak (atau jarang) menyebutkan dalam peraturan perusahaan mengenai etika karyawannya menyimpan barang milik pribadi di lingkungan kantor. Correct me if i’m wrong, tapi biasanya peraturan cuma menyebutkan seputar menjaga dan merawat aset milik perusahaan, seperti misalnya komputer, printer dan segala jenis aset perusahaan yang digunakan untuk memperlancar pekerjaan.

Pasti pernah punya rekan kerja yang menghiasi (baca: memenuhi) cubicle dan meja kerjanya dengan barang-barang pribadi seperti bingkai foto, toples permen, tanaman hias kecil dan lain-lain dengan alasan sentuhan pribadi atau kenyamanan bekerja? Atau mungkin pernah melihat rekan kerja yang rajin berganti-ganti sepatu sampai merasa perlu menyediakan berpasang-pasang sepatu (plus kotaknya) di kolong meja, di dalam lemari, atau di balik pintu?

Tentu tidak ada yang melarang seorang karyawan menempatkan foto di meja kerjanya untuk membantu memberi semangat dalam bekerja, pun sebuah toples permen supaya kalau tiba-tiba ngantuk bisa langsung mengunyah permen, atau tanaman hias kecil untuk menyejukkan mata yang lelah berkutat dengan komputer terus-menerus. Tapi jadi lain ceritanya ketika barang-barang pribadi menempati bagian lebih banyak di ruang kerja kita ketimbang dokumen, arsip dan alat tulis yang notabene berhubungan erat dengan pekerjaan. Bahkan sampai memenuhi lemari, laci dan loker yang disediakan kantor untuk menyimpan dokumen dan arsip.

Saya pernah bertanya langsung kepada rekan kerja, sebut saja A, yang punya kebiasaan menyimpan berkotak-kotak sepatu di lemari kantor, plus berpasang-pasang yang tanpa kotak dan ditaruhnya di kolong meja. Penasaran saya kenapa sepatu sebanyak itu tidak disimpan di rumah saja. Dan jawabannya…. supaya nggak ketahuan orang rumahnya kalau dia suka belanja sepatu -__-!. Segitunya ya nggak mau ketahuan orang rumah kalau kita suka beli ini itu? Memangnya salah gitu kalau beli sesuatu pakai uang sendiri?

Saya juga punya rekan kerja, sebut saja B, yang cubicle dan meja kerjanya udah mirip rumah kedua saking segala barang pribadi ada semua di situ. Di atas mejanya ada pot bunga kecil, beberapa bingkai foto, foto-foto lain yang dipasang di sekat cubicle, toples permen, toples kue kering, boneka, tempat stationery yang penuh spidol warna warni (padahal pekerjaannya tidak memerlukan itu semua), tempat kartu nama, duh saya sampai pegel ngetiknya saking banyak bener. Dan bergeletakan di dalam cubicle ada payung, jaket, sweater, tas, perlengkapan shalat, helm, sepatu, sandal, dan yah…. rasanya sudah cukup menggambarkan deh ya. Kalau ditanya atau dikomentari sama rekan kerja lain atau atasannya, dengan ekspresi memelas dia menjawab itu semua karena rumahnya jauh, gimana kalau tiba-tiba dia membutuhkan barang tertentu dan barang tersebut ada di rumah? Err… ini tidak sepenuhnya benar sih menurut saya. Soalnya yang rumahnya lebih jauh dari B aja nggak sampai sebegitunya merasa perlu mindahin isi rumahnya ke kantor. Gimana kalau dia tiba-tiba perlu suaminya saat dia di kantor? Masa iya suaminya mau disimpan di kantor juga?

Saya sendiri bukan orang yang terbilang rapi meja kerja dan work spacenya; alat tulis, post it memo, kabel data dan USB bertebaran begitu saja di meja saya. Tapi setidaknya saya tidak lantas menambahi keadaan tidak rapi tersebut dengan segabrek barang-barang pribadi lain yang (sebenarnya) tidak membantu kelancaran pekerjaan. Plus saya pun orangnya malas sangat untuk beres-beres. Kebayang dong beresin alat tulis dll dan balikin ke tempatnya aja udah males (kalau pulang, semua saya lempar masuk ke dalam laci >.<), apalagi ditambah mesti beresin barang-barang pribadi.

But again, ini cuma pendapat pribadi saya. Mungkin saja ada orang yang berpikir selama kantornya aja nggak melarang, ya kenapa enggak toh?

Oh ya, bulan Ramadhan sebentar lagi berakhir, semoga puasa tetap lancar sampai Lebaran tiba ya. Untuk yang merayakan Lebaran di kampung halaman, selamat berlibur ya, hati-hati di perjalanan. Saya mau mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Hehehe mungkin agak kecepetan ya, soalnya nanti liburan pasti jarang (atau malah nggak pernah) update blog, jadi mending ngucapinnya sekarang ^_^.

Thanks for reading. Happy holiday guys ^_^

 

Iklan

6 thoughts on “Menyimpan (Segabrek) Barang Pribadi Di Kantor

  1. mrspassionfruit berkata:

    Aku angkat tangan suka nyimpen sepatu… hahahahaha!
    Alasannya soalnya di Auckland suka hujan jdi sedia sepatu karet, kalo2 ujan sepatu bagusnya nggak rusak. Lalu juga krn jarak dr bus stop ke kantor itu jauh, jadi jalannya selalu pakai flats. Aneka heels disimpan di kantor, tinggal ganti pas masuk kantor (dulu pernah bawa di tas kok lama2 rempong ya). Jalanan di sini juga jelek buat sepatu heels bagus, naik turun sih bukit2 kecil, bisa rusak heelnya 🙂

    Suka

    • Audrie berkata:

      nah kalo gini kan ketauan alasannya masuk akal ya bok… apalagi kalo emang jalanannya bisa bikin heels rusak pan sayang banget, belom lagi risiko terkilir jalan di bukit pake heels.

      Suka

  2. nyonyasepatu berkata:

    Sepatuu aku simpen 3-4 huhaaha. Dulu punya lemari sendiri dan ukurannya gede buat narok files. Trus dibawahnya sepatu deh 😄. Kalau ada audit sibuk bawa pulang sepatu jadinya

    Suka

    • Audrie berkata:

      hahaha iya belum lama ini kantorku ada audit, makanya jadi nulis ini deh. semua yang nyimpen barang-barang pribadi di workspace nya pada misuh-misuh kudu beberes bawa pulang. aku antara kesian sama gagal paham liatnya, terutama yang ngumpetin sepatu-sepatu itu demi gak ketahuan orang rumahnya *palmfaced*

      Suka

  3. intanrawits berkata:

    Hahaha jadi ingat dulu pernah bawa sabun plus handuk and baju ganti juga di kantor. Soalnya dulu hobi gowes dari rumah ke kantor yang lumayan jaraknya jadi sampe kantor kudu mandi.

    Suka

    • Audrie berkata:

      Wuihh di kantornya bisa mandi? Mantab.
      Hahaha sebenernya sih kalo barang pribadi dibawa dengan alasan masuk akal sih gpp lah ya.. Tapi numpukin barang di kantor demi gak ketauan shopping itu…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s