Kafenya Semua Orang

“Hey, there’s People’s Cafe..”. kata pacar waktu kita nyari tempat makan siang di Grand Indonesia weekend kemarin. Sebetulnya saya sudah beberapa kali melewati People’s Cafe setiap lagi ke GI, cuma nggak pernah makan di situ sebelumnya dan malah baru tahu juga nama restonya People’s Cafe. Sekilas lihat-lihat menunya dan akhirnya kita memutuskan makan di situ berhubung males muter lagi dan T-Rex di perut juga udah meraung hahahah.. Btw resto yang berlokasi di Grand Indonesia – West Mall Lantai 5 ini tergabung dalam Ismaya Group (emang deh group satu ini bertebaran di mana-mana tempat makannya), outletnya sendiri selain di GI ada juga di Kota Kasablanka, Summarecon Serpong, dan Setiabudi One. Saya menyukai tampilan restonya yang keren dan unik, kelihatannya cenderung menyatu dengan area sekitarnya karena konsepnya terbuka dan tanpa dinding di seluruh sisinya.

img_20160910_120106

layoutnya terbuka bisa liat orang lalu lalang

img_20160910_115855

dining area

Dining areanya diisi meja dan kursi yang nggak terlalu seragam, ada meja dengan kursi agak rendah yang cocok untuk ngopi-ngopi cantik atau acara ngemil mesra, dan buat yang datang untuk makan berat ada juga meja dan kursi yang sesuai. Why this is important for me? Karena eh karena… saya nggak demen deh makan di meja yang rendah ala coffee table gitu, jadi bikin susah saat makannya (semoga bukan saya doang nih yang ngerasa begini). Meski layout restonya terbuka, People’s Cafe nggak membuat konsep yang sama untuk dapurnya yang bersebelahan sama Ismaya Catering Marketing & Gallery.

img_20160910_115940_edit

dapurnya ada di balik pintu

Berhubung belum pernah makan di sini sebelumnya jadi saya memilih Enoki & Tofu Fried Basket untuk appetizer dan Grilled Cheese Sandwich untuk main course., pertimbangannya sandwich mah standar ya dan pasti juga porsinya nggak banyak-banyak amat jadi kalau nggak suka pun masih nggak susah ngabisinnya. Sedangkan pacar milih Roti Prata dan Nasi Goreng Gila. Oya di sini bisa dipilih tingkat pedasnya si Nasi Goreng Gila; Newbie = tidak pedas, Tourist = level 1, Local = Level 2, dan Crazy = Level 3 alias paling pedas. Setelah pemesanan, makanan datang sekitar 15 menit kemudian yang menurut saya cukup wajar karena kita pesan 4 menu.

img_20160910_120554_edit

ini yang datang duluan Nasgorgil dan Enoki Tofu Fried

img_20160910_120519_edit

nyamm

Dua menu lainnya nggak sempet difoto karena udah lupa daratan kayanya mwahahah.. Padahal tampilan Grilled Cheese Sandwichnya bikin ngiler; rotinya dibakar sampai kecoklatan dan garing plus kejunya yang kalo digigit bisa ditarik-tarik kaya permen karet. The sandwich was perfect for me (ni nulisnya aja sambil ngeces hahahah).

Pelayanan di sini juga baik dan cukup cepat, the waitresses sigap mengangkat piring yang sudah kosong, menghampiri pelanggan yang memanggil, bahkan dengan senang hati berkali-kali memenuhi permintaan salah satu meja yang minta difotoin. Bukan cuma satu dua kali loh ya, tapi bener-bener sesuai jumlah orang yang duduk di meja tersebut dan mereka melakukannya sambil tersenyum ramah. Mungkin mereka sudah biasa ya mengingat tampilan People’s Cafe yang keren untuk foto-foto.

I guess they choose a perfect name, People’s Cafe.. Memang Kafenya Semua Orang. See you on next post

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s